Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Catherine the Great, St. Petersburgh Russia

Catherine the Great I
Maharani Russia. ( doc. Icha )

Catherine the Great I

Masih bercerita tentang St. Petersburgh Russia dan beberapa tokoh utama yang banyak berperan dalam awal mula kota hingga perkembangannya.
Kali ini cerita tentang Cinderella dari Russia. 
Siapakah dia ?

Didalam sejarahnya, Russia diwarnai oleh nama-nama besar di bawah ini :

( I ) Peter The Great

( 2 ) Catherine the Great
Kisah hidup istri kedua Peter the Great ini sungguh luar biasa. Wanita bernama asli Marta Elena Skavronska ini bukan terlahir dari garis keluarga bangsawan manapun, bahkan asal usulnya tidak diketahui dengan jelas.
Konon ayahnya adalah penggali kubur asal Latvia dan ibunya adalah wanita keturunan Jerman. Dalam usia muda Marta dan keempat adiknya menjadi yatim piatu, karena wabah pes membunuh kedua orangtuanya.
Marta lantas menjadi pelayan di rumah seorang Pastor. Tidak menerima pendidikan apapun, hingga buta huruf sampai akhir hayatnya.
Saat remaja, ia dinikahkan dengan seorang penabuh genderang perang dan menikah dengan bahagia selama, 8 hari!

Konon area tempat pasangan ini tinggal adalah kawasan perang antara Swedia dan Russia. Saat Swedia kalah, tentara Russia menawan banyak pasukan dan penduduk sekitar. Suami Martha selamat dan mengikuti pasukannya kembali ke Swedia, sedangkan Martha dibawa oleh Marsekal Boris Sheremetev ke Moscow untuk dijadikan "mistress" sekaligus pelayan rumahnya.
Martha konon dibeli dan berpindah menjadi pelayan di rumah salah satu tangan kanan Peter the Great yaitu Pangeran Alexander Menshikov.
Di suatu hari yang cerah, saat Peter the Great berkunjung ke kediaman Menshikov, Peter melihat Martha dan konon jatuh cinta pada pandangan pertama.

Hubungan mereka berlanjut. Masa awal hubungan adalah masa sulit karena Peter banyak bepergian, baik untuk keperluan perang maupun pengembangan ilmu pengetahuan. Saat St. Petersburgh didirikan, mereka hidup bersama di sebuah pondok sederhana laksana keluarga kebanyakan. Mempunyai 11 anak, walau hanya 2 anak wanita yang hidup sampai dewasa.

Suatu hari, saat Peter akan berperang melawan pasukan Turki, Martha memaksa ikut. Konon kemudian pasukan Russia kalah dan siap menyerahkan diri pada bala tentara Turki.
Martha mengumpulkan semua perhiasan yang dimiliki wanita-wanita yang ada disana, lalu menyerahkan pada Panglima perang Turki, agar melepaskan mereka. Tak disangka siasat itu berhasil dan mereka semua dibiarkan kembali ke Russia.

Sadar bahwa Martha adalah sosok yang sangat ia cintai, Peter lalu memaksa istri pertamanya mengucap sumpah selibat dan lalu diasingkan ke biara. Ia menikahi Martha secara resmi di St. Isaac Cathedral mengangkatnya menjadi ratu dan mengubah namanya menjadi Catherine. Catherine menjadi rakyat jelata pertama yang bergelar Tsarina di Russia.
Suasana St. Petersburgh
Sore di St. Petersburgh. ( doc. Icha  )


Sebagai tanda cinta, Peter the Great membangun istana yang indah untuk istri yang dianggap jimat keberuntungannya. Winter Palace yang dikenal saat ini sebagai The Hermitage di pusat kota St. Petersburgh dan juga Summer Palace yang dikenal sebagai Catherine Palace di luar kota St. Petersburgh. Peter meninggal tanpa sempat menunjuk pewaris. Laksana film-film drama abad ini, dia meninggal saat hendak menuliskan siapa penerusnya.

Wasiat Peter yang terakhir hanyalah,
"Semua ini akan kuserahkan pada.....(tiiiiiiiiii├Čiiiiitttttt...)"
----- RIP, Peter the Great-------

Peter tidak punya pewaris yang pas. Anak laki-laki dari istri pertama, Alexis, meninggal secara kebetulan saat dituduh menjadi penghianat ayahnya. Istri pertama ada di Biara dan dalam kondisi mental yang dianggap tidak sehat. Cucu laki-laki Peter masih bayi. Akhirnya atas dukungan DUMA ( Dewan Bangsawan ) yang dipimpin oleh Manishkov, Catherine diangkat sebagia Tsarina kerajaan Russia menggantikan Peter the Great.
Jelas pengangkatan ini merupakan campur tangan Manishkov yang merupakan teman dekat Catherine sejak awal. Pengangkatannya sebagai Tsar wanita pertama, melawan konstitusi sebelumnya yang tidak membolehkan wanita duduk dalam urutan tahta, apalagi bila tidak berdarah bangsawan

Tetapi Catherine adalah pembelajar yang baik. Dalam dua tahun masa pemerintahannya, ia meneruskan program Peter the Great dalam mengembangkan St. Petersburgh. Membangun kota yang indah dengan aneka taman dan bangunan megah, sekolah dan universitas. Menetapkan negara dalam keadaan damai sehingga anggaran perang dikurangi dan pajak diturunkan. Walaupun tidak lama memerintah Catherine menjadi pemimpin yang populer dan diterima semua pihak.
Pemimpin buta huruf yang dalam 2 tahun saja makin membuat St. Petersburgh bercahaya.
Kediaman sang Maharani. ( doc Icha )

Yang tak kalah penting, duduknya Catherine sebagai Kaisar wanita pertama membuka peluang bagi wanita untuk turut berperan dalam pemerintah negara, bahkan menjadi pemimpin bangsa.

Catherine membuka jalan bagi sejumlah tokoh wanita dibawah ini untuk menjadi pemimpin, baik secara terbuka atau undercover, di Kerajaan Russia :
1. Elyzabeth, anak dari Catherine dan Peter the Great. 
2. Ana Ivanovna, anak dari Ivan V yang dahulu memerintah bersama Peter the Great semasa kanak-kanak.
3. Catherine the Great II
Istri dari cucu Peter the Great.

Wanita-wanita cerdas, perkasa, pemberani yang semuanya menjadi Maharani. 
Kemunculan Catherine, Cinderella dari Russia yang buta huruf namun penuh pesona, telah merubah sejarah menjadi demikian penuh warna.
Catherine meninggal 2 tahun setelah kematian Peter the Great. Konon penyebabnya adalah sakit TBC, walau ada desas-desus yang mengatakan Catherine diracun oleh pihak-pihak yang tidak menyukai keputusannya untuk menghentikan perang. 
Who knows,
Sejarah masa jaman itu memang seru!

Posting Komentar untuk "Catherine the Great, St. Petersburgh Russia"