Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Faroe Islands, Dataran Tanpa Pepohonan



Lansekap Faroe Islands
Alam yang dipenuhi warna kuning khas musim gugur dan sungai yang dialiri air jernih menjadi latar Faroe. ( Icha )

( 3 ) Dataran Tanpa Pepohonan

Karena bolak-balik delay, pesawat yang harusnya tiba pukul 14.00 waktu setempat, baru mendarat pukul 17.00. 
Perjalanan lebih lama karena angin kencang, laju pesawat lebih lambat.
Total perjalanan 2.5 jam.
Kami mendarat dalam mendung tebal yang menggantung.

Bandara Vagar tidak besar. Begitu masuk, langsung mengarah ke duty free dan pengambilan bagasi.
Semua petugas hanya on position saat ada pesawat mendarat. Jadi setelah itu bandara seperti tidak berpenghuni.
Serem juga ya 🤣.

Dalam perjalanan ini kami menyewa mobil yang sudah siap di bandara begitu kami tiba, saya menggunakan situs resmi Kepulauan Faroe untuk rekomendasi terbaik rental mobil, di sini

Tantangan pertama adalah memuat semua bagasi kami ke dalam sedan kecil 4 penumpang.
Oh tentu tidak muat.


Tons of lugage
Mobil sewaan kami terlalu kecil untuk memuat semua bawaan. ( Icha)

Akhirnya salah satu koper XL mendapat tempat kehormatan di sisi tengah mobil. Membelah tempat duduk belakang menjadi dua bagian.
Kami berada satu mobil tapi terpisah depan belakang kiri kanan.
Jangan tanya sumpeknya.
Tapi kami cuma cengir-cengir menyadari kegeblekan khas Asia.
Traveling with tons of lugage.

Tantangan kedua adalah, "Mau kemana dulu?"
Terlalu banyak tempat yang ingin dituju, terlalu sedikit waktu.
Biar nggak bingung, saya manut saja kemana teman-teman ingin pergi.
Wong saya belum tahu apa-apa juga.

Kami memutuskan untuk mengunjungi ar terjun Mulosaffur, karena paling dekat dari bandara. 

Langit berubah warna entah kenapa. Kadang mendung kelabu, kadang gelap bak senja memaksa menerjang lebih dini. Tetapi anehnya, kami juga beroleh langit biru berhias awan abu-abu

Sepanjang perjalanan, saya cuma bisa ber "waw,wow, wew" melihat lansekap cantik yang mengiringi perjalanan kami.
Pulau yang dikelilingi barisan bukit. ( Icha )

Jalan sempit yang basah dan berkelok-kelok. Dinding bukit di sisi kiri kadang kanan, mengucurkan air membentuk mini waterfall. Air sungai jernih mengalir dalam alunan ritmis yang membuat mata seolah ingin memejam.
Padang Rumput Faroe Islands
Warna-warni musim gugur. (Icha)

Lapangan rumput yang menguning dengan latar perbukitan tempat biri-biri, domba atau kuda merumput dengan tenang.
Autum vibes.

Suara angin sesekali menderu kencang sesekali hilang menjadi background alam yang, mmmm cukup menyeramkan 🤣🤣🤣.
Angin kencang memang "tantangan tersendiri" untuk kepulauan yang sama sekali tidak memiliki pepohonan ini ( treeleess ).

Jangan terbangkan kami wahai angin kencang. Izinkan kami menikmati kunjungan kami dengan tenang dan nyaman.
Faroe, be kind to us

#ichavisitfaroeislands
#ichavisitdenmark
#faroeislands
#denmark

Posting Komentar untuk "Faroe Islands, Dataran Tanpa Pepohonan"