Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pedesaan Faroe Islands



Desa Funningur difoto dari ketinggian jalan raya. ( Icha )
( 8 ) Pedesaan 

Faroe Islands merupakan rumah bagi 123 desa yang tersebar di seluruh penjuru. Jangan membayangkan desa seperti yang ada di negara kita. Yang disebut desa di sini bisa jadi hanya sekumpulan rumah penduduk tak lebih dari 10 sampai 15 rumah. 

Desa- desa tersebut biasanya dipagari oleh bukit maupun pegunungan. Jelas hal itu dilakukan untuk menaklukan angin kencang. 
Rumah-rumah di Kepulauan Faroe biasanya dicat dengan warna terang yang meriah. Kuning kunyit, hijau tosca, biru, orange dan merah. Itu sebabnya pemandangan pedesaan di saat winter yang bersalju terlihat sangat kontras. Putih dan sekaligus penuh warna.
Spektakuler.

Di Faroe banyak rumah penduduk beratap rerumputan, dan ini merupakan ciri khas yang dipertahankan sampai sekarang. Ada pedesaan dimana rumah beratap rumput masih dipelihara hingga saat ini. Namanya desa Saksun. Sayang kami tidak sempat mampir. Rumput khusus tersebut ditanam di atap dengan tujuan untuk mengurangi pengaruh cuaca ekstrim sampai ke dalam rumah. Menjaga suhu tetap stabil, juga sebagai peredam hujan. Curah hujan di sini sangat tinggi

Kami sempat mampir ke Desa Funningur yang didepannya membentang teluk Funning. Niat awal hanya mampir untuk numpang pipis, kami berakhir dengan berfoto selama hampir satu jam.
Funningur Faroe Islands
Teluk Funning ( Icha )

Walaupun negaranya kecil dengan penduduk terbatas, penduduk Kepulauan Faroe sangat menyukai sepakbola. Di salah satu desa yaitu Undir Gøtueiđi terdapat lapangan sepakbola yang sangat indah dan terlihat modern. Ditengah angin kencang dan mendung tebal kami berusaha mengambil foto. Berusaha hati-hati agar topi maupun gawai kami tidak terbanting oleh angin. 

Angin di sini, tantangan tersendiri, lho.
Walau suhu tidak jatuh hingga minus, tetapi angin yang kencang cukup menyulitkan dan membuat tubuh bekerja keras menyesuaikan.

Lapangan sepak bola di  desa Undir Gøtueďi. ( Icha )

Siapkan outfit yang sesuai ya, jangan sampai tubuh kita drop karena kedinginan. Pakailah berlapis. Mulai dari longjhon sampai mantel anti angin.
Asupan makanan juga patut dijaga. Dari Semarang saya bela-belain bawa jahe rempah asli dan juga madu propolis. Tiap hari kedua suplemen itu makanan pertama saya.
Keduanya menjaga saya tetap sehat dan kuat sampai pulang.

Berkunjung ke Faroe Islands ini memang wisata lansekap alam plus tour de villages. Sayang karena musim dingin, kami tidak bisa melakukan hiking yang merupakan olahraga terkenal di sini.
Selalu ada alasan untuk kembali bukan ? 
Winter saja secantik ini, apalagi saat musum semi dan musim panas, pasti luar biasa!




Posting Komentar untuk "Pedesaan Faroe Islands"