Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Russia, St. Basil Cathedral, Moscow

St. Basil Cathedral, Moscow, Russia
St. Basil Cathedral di musim gugur. ( doc. GPS traveler )

St. Basil Cathedral

Katedral St. Basil terletak di sebelah tenggara Red Square. Kubah kerucutnya yang berwarna warni membuat bangunan ini lebih cocok digunakan sebagai puri tempat tinggal para princess ala Disney, dibandingkan menjadi sebuah tempat ibadah. 
Konon 9 Onion Domes ( bentuknya mirip bawang bombay raksasa ) ini merupakan representasi nyala lilin yang sering digunakan sebagai bagian dari ritual ibadah Kristen Ortodox.
St. Basil Cathedral, Moscow, Russia
Mendung menggayut di Red Square. ( doc. GPS traveler )

Kabarnya, desain Katedral St. Basil menyerupai desain Masjid Qolsharif di kota Kazan. Walaupun spekulasi ini belum dapat dibuktikan mengingat masjid tersebut tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Legenda yang terkenal menyatakan bahwa Ivan IV ( Ivan the Terrible ) memprakarsai berdirinya katedral pada tahun 1588 sebagai peringatan keberhasilan mengakuisisi Kazan. Ia memerintahkan arsiteknya, Postnik Yakovlev, dibutakan, agar tidak dapat membangun konstruksi lain yang lebih indah daripada Katedral St. Basil.

Saya mengira praktek semacam ini hanya terjadi di wilayah Asia. Di Nepal misalnya, dimana Raja memerintahkan memotong tangan pemahat istana agar tidak ada ukiran yang sama di tempat lain. Ternyata di belahan bumi yang konon maju dan lebih berbudaya, Rajanya punya kelaliman yang serupa. Meski Ivan the Terrible terkenal semau-mau gua, dimasa pemerintahannya Russia rajin memenangkan pertempuran untuk akuisisi lahan.

Saat era Uni Soviet berjaya, Katedral St. Basil akan diratakan dengan tanah agar barisan tank dapat melintasi Red Square untuk berparade. Seorang arsitek seni bersertifikat, Baronovsky, menolak mentah-mentah usulan itu, yang untungnya, juga disetujui oleh Stalin. Baronovsky kelak menjadi penyelamat berbagai bangunaan bersejarah yang di jaman Uni Soviet tidak dianggap penting, agar tetapi bisa berdiri dan dijadikan situs seni budaya hingga saat ini.
Orang-orang seperti Baronovsky lah yang membuat perbedaan besar di jaman kita. Penduduk manca jadi tergugah untuk bepergian mengunjungi negara lain agar dapat mengagumi karya seni jaman dulu.
St. Basil Cathedral, Moscow, Russia
St. Basil diguyur hujan. (doc. GPS traveler )

Saat kami datang, Kota Moscow sedang diguyur hujan dan digayuti mendung tebal. Dingin angin menusuk hingga kulit terdalam. 
Menyerah untuk explore di sekitar lapangan?
Tentu tidak.
Untuk urusan eksplore sambil foto, traveler Indonesia terkenal dengan ketahanan mental melawan cuaca apapun. Tidur kurang, mandi jarang, makan tak apa terlewatkan.
Hanya kadang acara belanja yang jadi penghalangnya. Bingung antara foto dan belanja, stress pilih yang mana.
😁😁😁

Jadi demikianlah, kami " lepas" bebas di sekitaran Red Square untuk foto bersama keluarga, foto bersama gank atau foto sendiri pake mode selfi.
Berpose dalam aneka ragam gaya.
Kelak hasilnya bisa dilihat-lihat lagi dengan puas manakala rindu bepergian melanda, seperti yang banyak terjadi di musim covid ini.
😃

5 komentar untuk "Russia, St. Basil Cathedral, Moscow"

  1. Kereenn mbak icha... sukses selalu ya... 😍😍😘😘😘

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Tiap baca tulisan ini , jadi kangen suasana moscow khususnya st.petersburg

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng banget udah mampiiiiir, makasih makasi, suksesnya buat rame rame yaaa...😚😚😚

      Hapus