Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peter the Great, St. Petersburgh, Russia


Kazan Cathedral, St. Petersburgh, Russia
Kazan Cathedral  St. Petersburgh. ( Doc. GPS traveler )

Peter the Geat

Mengunjungi Russia berarti belajar sejarah sebuah Negara. Setiap sudutnya seolah membisikkan berbagai cerita. Tentang perebutan tahta raja, pembunuhan terencana, drama keluarga dan tentu saja intrik asmara, yang semuanya melibatkan WANITA.

Ada 4 tokoh kunci yang menjadi cikal bakal kejayaan Kekaisaran Russia yang ironisnya berhenti di masa Tsar Nikolai II, saat ia dan seluruh keluarganya dibunuh oleh kaum Bolshevik pada tahun 1917. Peristiwa ini lantas menghapuskan keberadaan kekaisaran Rusia dan tak lama kemudian muncul Negara Uni Soviet.

Tanpa mengesampingkan yang lain, didalam sejarahnya, Russia diwarnai oleh nama-nama besar di bawah ini 

( I ) Peter The Great
Saat ayahnya, Alexis I, meninggal dunia, Peter yang merupakan anak dari istri ke 2, diangkat menjadi raja bersama saudara tirinya, dengan wali Ibu Peter. Saat saudara tirinya meninggal, terjadi pemberontakan. Peter kembali didudukkan sebagai raja bersama Ivan V yang mempunyai cacat fisik. Wali raja tidak lagi ibunda Peter, tetapi Princess Sophia yang merupakan anak dari istri pertama Alexis I.
Princess Sophia menjadi Tsarina di kerajaan. Duo anak kecil yang menjadi kaisar hanyalah boneka semata.

Dalam usia belia, Peter dinikahkan oleh ibunya. Hal itu karena peraturan kerajaan menyatakan orang yang sudah menikah dianggap dewasa, sehingga tidak lagi membutuhkan wali. Selepas masa lajang, Peter menjadi Kaisar baru dengan julukan Peter the Great. Princess Sophia dipaksa mengucap janji selibat dan lalu diasingkan ke biara. Ini hukuman yang paling ringan daripada dipenggal kepala.

Peter adalah pemimpin muda yang pintar. Ia tertarik akan teknologi dan sains, yang mana merupakan hal janggal bagi bangsawan di masa itu. Melakukan perjalanan keliling Eropa selama beberapa tahun dengan nama samaran Pytor, Peter mempelajari ilmu pengetahuan, sains dan budaya. Kunjungan itu kemudian membuat Peter menjadi Raja Russia pertama yang sangat "berselera Eropa".

Sepulang dari perjalanan, Peter memutuskan untuk membangun ibu kota kerajaan di wilayah baru, yang hampir keseluruhannya didesain dengan arsitektur bergaya Renaissance ala Europian.
Berdirilah kota St. Petersburgh pada tahun 1703.

Mengunjungi St. Petersburgh seolah melihat kota Eropa yang anggun dan berseni di ujung utara belahan bumi. Aneka bangunan di segala penjuru kota memiliki gaya classy yang serupa.

Kazan Kathedral di jalan paling bergengsi, Nevsky Prospect, mirip dengan Istana Apostolik di Vatikan.

Istana Peterhoff serupa dengan Istana Versailles Paris, terutama dalam taburan warna emas interiornya, taman-taman dan air mancur yang indah serta aneka benda seni yang menjadi koleksinya.
Istana Peterhoff
Pemandangan Laut Baltic di depan istana. (doc. GPS traveler)

Saat menyusuri sungai Neva, kita akan merasakan atmosfir canal crusie di Amsterdam, selaras dengan keindahan menyusuri Sungai Seine Paris dengan bateaux mouches yang terkenal itu. Peter sengaja membangun gedung dan istana yang indah di sepanjang kanal, agar dapat dinikmati saat perjalanan menyusuri tepian.
Melihat aneka kanal dan jembatan yang bisa terangkat ke atas, membuat saya seolah sedang berada di London, Inggris atau Venesia. Pemandangannya sungguh tidak berbeda.
Tak heran, hingga kini St. Petersburgh dijuluki Venice of the North.
Venice of the north. ( doc. GPS traveler )

St. Petersburgh memiliki kemilau yang makin cemerlang saat senja mulai datang. Taburan cahaya yang memukau membuat kota seolah dialiri aura magis yang tak terjelaskan. Pendarnya seolah berkata,
" Percayalah padaku, selama cahaya bertahan hingga dini hari, aneka keajaiban akan datang menghampiri".

Penasaran dengan keindahan malam di St. Petersburgh?

Cobalah datang.
Rasakan, dan katakan saya benar, St. Petersburgh adalah salah satu kota paling cantik di dunia.
Senja di St. Petersburgh. ( doc. GPS traveler )

Posting Komentar untuk "Peter the Great, St. Petersburgh, Russia"