Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lapor Polisi di New York City dan Luzern Switzerland

Kantor polisi New York City
Wajah ceria Kate saat menemukan tasnya.(doc. Icha)


Mau share pengalaman melaporkan kehilangan barang di kantor Polisi di Luar Negeri ( NYC dan Luzern ), siapa tahu berguna apabila (amit-amit ) ada hal tidak menyenangkan terjadi di LN dan harus ke kantor polisi.


I. Kantor Polisi NYC

Teman sekamar saya tas tangannya diambil orang saat dia ikut tour dari pub ke pub yang diadakan oleh hostel tempat kami menginap. Isinya : dompet, handphone, SIM dan makeup. Paspor dia tinggal di koper.

Keesokan harinya saya diminta menemani lapor polisi.

Info dari resepsionis, Hostel kami yang berada di Amsterdam Avenue bertetangga dengan kantor polisi.

Jadi cuss kesana.

Kami membuka pintu dan langsung berhadapan dengan pagar besi berukuran setinggi perut. Waktu mau masuk, di bilangin :

"Kamu stay di situ aja, ceritain apa keperluanmu".

Rasa kagok. 

Berdiri di depan pintu sambil ngoceh 😃.

Rupanya kami di screening awal. 

Jadi temen saya ngomong,

"Saya kemarin malam kecopetan di bla bla bla..."

Offiicer yang tak berseragam langsung ngetik di komputernya sekaligus nanya detail kronologis.

Dia juga ngechek alamat Pub yang disebut temen saya. Mencatat no telp nya, dan info lain yang diperlukan.


Setelah dirasa cukup, baru kami boleh masuk dan dipersilahkan duduk 😀.

Teman saya diwawancara lagi

Ditanya apa tujuan ke NYC, kapan datang, barang yang hilang apa saja, warna apa, merek apa. Berapa uang di dompet, kartu apa, nomernya berapa, bahkan warna kartu apa. Semua dirinci satu-satu.

Lalu dia menelepon Pub itu.

Langsung di depan kami.

Keren ya.

Serasa lagi nonton CSI.


Terakhir dia menghampiri meja kami, sambil bawa :

1. Berkas laporan yang sudah diketik rapi

2. Form laporan tulisan tangan yang harus diisi oleh pelapor.

3. Nomer telpon officer lain yang bertanggung jawab untuk wilayah Pub tempat kejadian. Di NYC, laporan pada polisi disesuaikan dengan TKP. Jadi laporan yang dilakukan di kantor ini akan mereka kirim kantor polisi yang terkait.

Dia memberikan sederet nomer dan meminta kami menelepon officer di kantor lain jam 3 sore.

4. Dikasih surat keterangan kehilangan untuk asuransi. Padahal temen saya ngga minta karena asuransi dia berakhir saat tiba di NYC. Rupanya ini perjalanan tambahan yang mendadak.

Officer bilang, sebetulnya di NYC kejadian seperti ini jarang. Walau tidak bisa dibilang 100 persen aman. Umumnya kejahatan seperti itu terjadi karena ada kesempatan. Misal turis berfoto lalu lupa awasin tasnya. Terutama di Central Park. Tas ditumpuk-tumpuk lalu foto bareng. Waktu mau diambil, tas 10 cuma ada 9 😀.

Juga paling sering kejadian di Pub, karena memanfaatkan orang mabuk. Korbannya random bukan hanya menyasar turis, kayak yang sering terjadi di benua Eropa.

Sorenya saat harus menelpon officer yang ditunjuk, kami bingung karena telp ga bisa dipake. Telp saya jelas isinya paket data doang. Telp dia sih pake paketan dari negara asalnya. Tapi enggak bisa. Akhirnya kita nyari kantor polisi lagi di sekitar Times Square. Lalu minta tolong disambungkan ke officer yang dimaksud. Eh boleh lo 😀.

Si officer bilang dia akan check ke Pub tersebut setelah ini.

Nggak lama, teman saya dapat kabar dari Pub kalau tasnya ditemukan. Petugas keamanan Pub ngga periksa dalamnya.

Kami langsung kesana.

Dalam hati sih ngebatin, palingan handphone dan uang hilang. Apalagi dompetnya branded.

Yang bikin sedih, handphone temen saya itu adalah benda terakhir yang diberikan padanya, sebelum ayahnya meninggal dunia. 

Jadi ikutan mellow.

Sampai di Pub, manager keluar sambil bawa tas. Ajaib banget, yang hilang cuma uang! Semua utuh sampai managernya bilang,

"Lucky you!"

Kami pulang dengan gembira dan penuh syukur.

Tidak dipungut biaya apapun untuk laporan polisi dan pencabutan laporan.


II. Kantor Polisi Lucerne

Anter salah satu temen serombongan yang tasnya dibawa kabur sama copet terorganisir di depan mata.

Kalau officer USA dapet yang pintar memancing pertanyaan untuk menggali ingatan korban sehingga catatan kronologis detail. Yang disini hanya mengandalkan cerita korban yang saat itu sedang panik. Akhirnya banyak detail kronologis yang hilang. Dan sepertinya mereka hanya bertugas melakukan pencatatan data saja. Syedihnya pelaporan itu ada biayanya lho. Kalau nggak salah waktu itu €25. 

Karena si ibu kehilangan paspor, maka untuk urus SPLP ( Surat Perjalanan Laksana Paspor ), harus ada pas foto, surat laporan polisi dan copy paspor. Jadi sebelum berangkat ke kedutaan siapin dulu semua. 15 menit selesai langsung cuss ke Bandara dan berhasil masuk pesawat. 

Beberapa hari kemudian tas kembali, tapi semua benda yang bisa dipakai hilang. Misal kabel charger, kepalanya ditinggal, kabelnya dibawa. Mungkin karena colokan tidak compatible di Eropa jadi kepala charger dikembalikan. Juga wifi, aneka obat, make up, koin dan lembaran kecil mata uang Indonesia, ditinggalin di dalam tas. Uang Indonesia pecahan besar hilang juga, oh ya PASPOR hilang. Serem deh.

Officers baik hati, mau ngabari melalui sms kalau tasnya kembali. Walau ambilnya juga ada biaya, kalau ngga salah € 25 juga.

Semua merupakan pengeluaran resmi.

Moral of the story

1. Jika ada masalah, sesegera mungkin lapor polisi. Takutnya kalau nggak, dicurigai sebagai kasus palsu.

2. Usahakan tidak panik sehingga bisa detail dalam menyampaikan laporan.

3. Sertakan bukti yang cukup agar petugas yakin kita tidak mengada-ada. Misal bukti tiket tempat wisata. Struk makan bila ada ( teman saya waktu itu kecopetan di McD )

4. Minta nomor telp kantor polisi atau officernya kalau berkenan. Siapa tahu berguna.

Di case pertama, bisa laporan polisi kalau tas sudah ketemu tanpa perlu ke kantornya.

Di case kedua, saat tas kembali, dan officer menghubungi, kita yakin itu bukan dari orang lain yang bermaksud jahat ( kawanan pencopet itu sendiri )

5. Punyai kuota menelpon, tidak hanya paket data. Disaat urgent seperti ini perlu.

6. Punya FC paspor, Credit Card, Debit Card yang ada di dompet kita. Simpan di koper, berikut nomor telpon masing-masing call center. Juga kalau pas laporan bisa detail.

7. Pada umumnya kita harus melapor di kantor polisi yang terdekat dari TKP. Jadi begitu kejadian, sebaiknya langsung lapor. Bila tidak memungkinkan bisa meminta pengantar dari petugas keamanan di lokasi kejadian. Surat pengantar itu akan mempermudah laporan kepolisian.

Sekian sharing saya semoga bermanfaat.

Semoga tidak perlu mengunjungi tempat seperti ini.

Amin

Posting Komentar untuk "Lapor Polisi di New York City dan Luzern Switzerland "