Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tumpahan Darah di Gereja St. Petersburgh, Russia

Church of the Savior on Spilled Blood
Gereja yang bercahaya.(doc. Icha)


Saat pertama kali mendengar nama gereja yang susah dilafalkan ini, Church of the Savior on Spilled Blood, komentar saya cuma satu.

"Kok serem dan dramatik banget sih namanya?"

Pasti doong ada "sesuatu" dibalik nama cetarnya itu. Benar dugaan saya. Gereja ini tidak hanya dramatik tapi juga penuh legenda yang menegangkan sekaligus aneka keajaiban. Penjelasan panjang lebar dari guide lokal menjawab mengapa namanya begitu dramatis dan membangunkan syaraf kengerian saya.

😀

Church of the Savior on Spilled Blood dirikan oleh Tsar Alexander III sebagai penghormatan pada ayahanya, Tsar Alexander II, yang dibunuh di tempat yang sama.

Mengapa Tsar Alexander II dibunuh?

Ia dianggap paling cendekia diantara semua Tsar yang pernah memerintah Russia.  Berbagai spekulasi mengatakan Tsar Alexander II berniat menggiring Russia pada reformasi besar-besaran mengikuti perkembangan jaman.

Perubahan yang ia prakarsai antara lain penghapusan perbudakan, pembaharuan banyak konstitusi dan undang-undang  yang dirasa mengancam kepentingan golongan tertentu dalam pemerintahan.

Diduga ia menciptakan banyak musuh politik yang menginginkan kematiannya. Tak kurang 6 kali percobaan pembunuhan ia alami. Percobaan ke 7 terjadi saat sebuah peledak dijatuhkan pada iring-iringan rombongan Tsar, ledakan kecil yang tidak mengakibatkan kerusakan berarti.

Tsar Alexander II memaksa turun dari kereta untuk memeriksa keadaan. Saat itulah lemparan peledak kedua menyebabkan ia terkapar berlumuran darah,  di tempat di mana saat ini berdiri The Church of the Savior on Spilled Blood.

The Church of the Savior on Spilled Blood
Tampak depan The Church of the Savior on Spilled Blood. (doc. Icha)


Setelah Tsar Alexander II meninggal, penerusnya, Tsar Alexander III, menghentikan aneka perubahan prakarsa ayahnya, untuk meredam keadaan. Reformasi terhenti, walau ternyata tidak terkubur sama sekali.

Tempat dimana ayahnya meninggal diplot untuk pendirian gereja. Bukan gereja biasa.  St. Petersburgh sudah punya banyak gereja semacam itu. Gereja baru dibangun semata untuk mengenang Tsar Alexander II dan ibadah nasional tertentu. Oleh karena itu diputuskan gereja haruslah mencitrakan karya seni otentik Russia, sehingga pilihan jatuh pada desain gaya "Pseudo-Russian", yang mirip dengan arsitektur gereja St. Basil di Red Square, Moscow.

St. Basil Church, Moscow
St. Basil, Moscow.( doc. Icha)


Gaya bangunan ini  tampak sangat menyolok di kota St. Petersburgh yang  beraliran  classy Eropa.

( https://www.travelaround.id/2020/07/st-petersburgh-russia.html )

Dibangun selama 23 tahun dengan biaya extravaganza yang didanai Raja dan penyumbang pribadi, gereja ini dirancang oleh Alfred Parland dan Archimandrite Ignantius.

Serupa dengan St. Basil yang dihiasi dome berbentuk onion dengan bangunan bata merah khas Russia serta aneka ukiran dan permainan kaca yang indah, bangunan ini juga dihiasi dengam 5 dome. Dome tertinggi yaitu 81m mewakili tahun dimana Tsar terbunuh dan salah satu dome lain setinggi 63m dianggap mewakili usia Tsar Alexander II saat meninggal.

Itu baru tampak depan.

Bagian dalamnya benar-benar membuat napas tercekat. Lukisan dari lantai sampai langit-langit memenuhi setiap jengkalnya. Saya seolah masuk dalam sebuah kanvas cat minyak yang berisi gambaran kisah alkitab dan para suci. 

Lukisan mosaik di Gereja Savior on Spilled Blood
Mosaik di seluruh bagian gereja.(doc. Icha)

Yang lebih mengagetkan, gambar mengkilat penuh warna yang saya kira sebuah lukisan itu ternyata adalah mosaik yang ditata begitu rapi berseni dengan selarik tipis garis batas yang tak ketara satu dengan yang lainnya, sehingga menyerupai lukisan minyak yang hidup. 

Mosaik dinding gereja St Petersburgh
Perhatikan kerumitan lukisan mosaik ini. ( doc. Icha )


Beberapa seniman terkenal Russia masa itu bertanggung jawab atas penataan mosaik halus bercita rasa tinggi ini. Dengan bahan mewah yang didatangkan khusus dari Itali, penataan mosaik dari lantai hingga langit-langit ini menyebabkan pembukaan gereja tertunda sekian lama.

Penuh warna!(doc. Icha )


Plafond Church of the Savior on Spilled Blood
Plafond yang WOW. (doc. Icha)


Butuh 23 tahun lebih untuk membuat gereja indah ini bisa diresmikan oleh Tsar Nicholas II yang merupakan penerus dari Tsar Alexander III.

Saat ini mosaik yang memenuhi keseluruhan gereja itu dinobatkan menjadi lukisan mosaik terluas di dunia.

Lalu di mana lagi sisi dramatiknya???

Sabar, mari kita lanjutkan.

Seperti kita ketahui, saat Tsar Nicholas II menjabat, terjadilah Revolusi Russia, dimana Raja dan semua keluarga dihabisi, kaum bangsawan dikerdilkan dan pemerintahan diambil alih oleh kaum Bolshesviks.

Di jaman ini hampir semua gereja mengalami kehancuran. Agama tak lagi dianggap dan  Church of the Savior on Spilled Blood tinggal menunggu gilirannya.

Tetapi keajaiban terjadi.

Mungkin berkat doa para pemuka agama dan  masyarakat St. Petersburgh, gereja yang sudah dijarah habis-habisan dan berencana segera diruntuhkan itu mendadak terlupakan akibat pendudukan Nazi dan berlangsungnya Perang Dunia ke II.

Save by the bell. 

Bel perang tapinya. 

Kekacauan dan kemiskinan sontak terjadi dimana-mana. Di masa itu banyak orang mati di jalanan, dan demi kepraktisan, mayat mereka disimpan sementara di dalam gereja!

Jadilah ia tempat penyimpanan mayat terindah di dunia.

Selain itu, Church of the Savior on Spilled Blood dianggap tempat yang tepat untuk penyimpanan aneka sayuran. Hingga dari sini terbit plesetan nama gereja menjadi Church of the Savior on Patotoes. Gereja penyelamat kentang. 

Petualangan gereja ini masih panjang. 

Grup teater menjadikannya sebagai gudang penyimpanan peralatan panggung. 

Sering dihujani aneka peluru dan peledak semasa perang sehingga terdapat cacat dibanyak tempat. 

Ada sebuah peluru  yang saat ditembakkan hanya terbenam di dalam dinding gereja. 20 tahun tersimpan disana, peluru yang konon berisi 150 kg bahan peledak itu akhirnya diamankan pihak berwajib.

Bayangkan jika peluru itu meledak, sebelum ditemukan. Habislah sudah tidak hanya gereja tetapi juga mungkin banyak nyawa manusia.

Catherine Canal
Posisi menjorok ke dalam kanal. (doc.Icha)


Ketika perang berakhir, pihak otoritas setempat mengajukan permintaan untuk "membongkar gereja " karena posisinya yang menjorok ke Catherine Canal dianggap mengganggu lalu lintas canal. Posisi yang menjorok adalah tempat dimana Tsar Nicholas II pernah tersungkur penuh darah sebelum dibawa ke istana dan meninggal di sana.

Di dalam gereja, lantai batu tempat Tsar berbaring masih terjaga hingga kini, dilindungi kanopi kayu sebagai penanda.

Kanopi tempat Tsar Alexander II berlumuran darah
Dibawah kanopi Tsar Alexander II terluka.( doc. Icha)


Untungnya, sekali lagi petisi itu dibatalkan dan kembali Gereja selamat, tetap berdiri dan bahkan mengalami renovasi besar-besaran menyesuaikan bentuk aslinya di masa sebelum aneka kerusakan menerjang.

Renovasi bukan pekerjaan yang mudah mengingat perjalanan yang penuh liku dan luka. Renovasi bahkan berlangsung lebih lama dibandingkan proses pembangunannya. 

Tahun 1997 Church of the Savior on Spilled Blood dibuka kembali.

The Church of the Savior on Spilled Blood
Altar keemasan. (doc. Icha)

Gereja ini berkali telah membuktikan bahwa dirinya mampu menyelamatkan diri dari aneka bencana dan ancaman.

Walau bekas-bekas perang masih menempel di beberapa tempat, gereja ini adalah gereja yang keindahannya bisa membuat pengunjung sesaat lupa menarik napas!

Saya hanya merasa, dalam setiap "petualangannya" semesta menambahkan selarik cahaya untuk makin menambah keindahannya.

Foto-foto yang saya tampilkan di sini belum mampu menampilkan keseluruhan keindahan gereja, tetapi setidaknya darinya bisa dibayangkan betapa cantik interior dalam Church of the Savior on Spilled Blood.

Check it out...


PS.

Ada beberapa mitos terkenal yang menyertai Gereja ini, salah satunya adalah

"Scaffholdings Myth"

Konon apabila scaffholdings ( tiang tiang besi yang biasa digunakan saat pembangunan atau renovasi ) tidak lagi memenuhi area Gereja, perubahan besar-besaran akan terjadi di Russia.

Faktanya:

1. Saat gereja diresmikan oleh Tsar Nicholas II, yang artinya pembangunan selesai, scaffholdings dibersihkan. Tak lama setelah itu, kaum Bolsheviks memberontak. 

Russia mengalami perubahan ERA, dari kekaisaran menjadi sosialis.

2. Saat gereja selesai direnovasi sekitar tahun 1991, di masa itu Soviet Union runtuh.

3. Saat saya datang, scaffholdings masih mengelilingi kubah utama.


The Church of the Savior on Spilled Blood
Tampak depan bangunan gereja. ( doc. Icha )


Jadi? 

Jadi, boleh percaya boleh tidak, sementara masih banyak scaffholdings bertebaran, saat itulah situasi tenang. 

Bisa mampir buat senang-senang menikmati lukisan mosaik yang terbentang.

Cussss...





Posting Komentar untuk "Tumpahan Darah di Gereja St. Petersburgh, Russia"