Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Incredible "manners" of India

 


Taj Mahal


Dari dulu Indihe itu Incredible sekali dalam banyak hal. 

Belum juga sampai kesana, saya sudah senyum - senyum sendiri mengenang masa lalu.

Perjalanan saya ini merupakan kedua. Kali ini bareng para tante yang tiba - tiba melek India. 

Saya didaulat jadi ajudan para tante, untuk menemani keliling India.

TL tetep dari Indonesia, walau rasanya dia mirip banget orang India, saking seringnya di sana daripada di sini. 

Rute paling mudah dari Semarang tentu melalui Kuala Lumpur, lanjut ke New Delhi.

Semarang KL lantjar jaya, isinya orang Indonesia mau shopping semua. 

Di Bandara A Yani  bahkan ketemu mbak Ita, Ibu Wawali yang keheranan dan bingung, 

" Kok ke India ki nopo to, mbak ?" kata Bu Ita

Saya jadi bingung sendiri. , 

"Kenapa ya," pikir saya.

Saya mendadak ikutan bingung.

Jadi saya cuma bilang, 

"Soalnya lagi ngehits."

( Siapa tahu beliau pindah rute dan mau ikutan 🤣 ) 

Setelah keluar masuk imigrasi dan masuk ke area boarding di Kuala Lumpur, baru deh napas India mulai terlihat, hahayyyy. 

Pertama, antrian masuk gate diserobot sepasukan keluarga India yang tahu - tahu sudah nongol aja bergerombol di depan kami

Tante Rini melotot tidak setuju, 

" Iki mak bedunduk teko sakmene akehe seko endi to mbak ? Kok sakarepe dewe !"

( kok mendadak dateng segini banyaknya dari mana siiiy? Seenaknya sendiri) 

Saya cekikikan. 

Lalu di dalam pesawat ada sekitar 14 orang dalam satu keluarga yang bergerombol di dekat tempat duduk saya, sambil teriak-teriak.

Rupanya ada salah satu anggota keluarga yang terpisah dan terpaksa duduk bersama saya dan rombongan.

Tapi mereka belum memastikan siapa yang akan jadi korban. 

Sementara mereka tetep berdiri bergerombol sambil teriak kenceng menawarkan keseluruh anggota, siapa yang mau duduk di sebelah saya. 

Yaela, padahal saya enggak menggigit lho. 

Mereka menghalangi jalan penumpang lain. 

Tante pramugari turun tangan meminta mereka duduk dengan muka ditekuk tujuh.

Mereka cuek aja.

Tetep ribut.

😅😅😅 

Saya ngomong ke tante saya pake bahasa Jawa, 

"Angelmen yo tant diatur. Numpak pesawat koyo numpak bis!" 

Ajaibnya tante pramugari ikutan ngakak sambil lanjut curcol. 

"Nanti abis ini minta ini itu enggak brenti sampe pesawat mandeg". 

Ternyata tante pramugari adalah wong Jowo yang lama di Malaysia. 

Akhirnya para keluarga itu berhasil menemukan korban yang akan duduk bareng saya.

Anak perempuan gempal usia 10 tahunan yang ngomel-ngomel dengan nyaring, karena dipaksa pindah. 

Tanpa ba bi bu be bo dia mau main nelusup aja ke kursi pojok deket jendela. Memang sih dia enggak gendut, tapi jauh juga dari kurus. Terobosannya bisa nginjak kaki dan tas saya yang ada dibawah kursi, plus bikin saya kegencet di sandaran. 

Jadi sebelum itu terjadi saya teriak juga dengan keras, 

"Wait!" 

Dia kaget dan berhenti( dikirain elu doang bisa teriak - teriak ) 

Saya tersenyum manis ( dan galak ). 

"I'll out first. You can have your seat then". 

Saya mengatakan dengan hati-hati plus gerakan jari ala ibu guru bijak yang menahan murka melihat anak didiknya sama sekali nggak sopan di tempat umum. 

Ajaibnya anak itu mendadak diam, tersenyum dan mundur teratur. 

Nasi Biryani


Saat giliran makan tante pramugari nawarin mau milih vege atau chicken.

Sebetulnya sih saya nggak yakin akan selera saya pada makanan India. Tapi saya pilih aja chicken.

Setelah dibuka styrofoamnya, wah kok kayak nasi goreng. Mana chickennya ?

Tante pramugari seolah membaca pikiran saya lalu berkata, 

"Itu chicken ada dibawah, di dalam nasi." 

Eh bener juga. Entah enak entah laper. Semua tandas enggak sampai 10 menit.

Beras India yang termasuk jenis long grain tampak seperti mie ayam jadinya. Lezatos lah bikin anget perut. 

Gegara waktu makan tiba, suasana kabin yang sempat senyap mendadak jadi ramai lagi. Lebih - lebih saat keluarga di depan saya mengeluarkan 1 tas besar dari bagasi kabin dan mulai menyebarkan tambahan ransum pada keluarga lain yang ada di sekitar saya. 

Tanpa permisi, di atas kepala saya tiba-tiba ada tangan-tangan yang saling berbagi kerupuk, teri asin, aneka saus dan entah apalagi.

Semoga aja enggak ada yang netes ke rambut 🤣, batin saya dalam hati. 

Seolah nonton drama suasana makan siang keluarga besar India di ketinggian ribuan kaki. Berbagi makanan, berceloteh dengan riang dan menggelegar ( karena mereka bahkan ngobrol dengan keluarga lainnya yang berjarak 4 kursi dari mereka ).

Pokoknya gayeng, penuh kekeluargaan dan keakraban. 

Semua penumpang lain tak kasat mata.

Seisi pesawat hanya milik keluarga mereka. 

What a party! 


#ichavisitindia

#ichavisitdelhi

#anekakenanganicha






Posting Komentar untuk "Incredible "manners" of India"